Dari Rumah Adat Holba, Kapolsek Kobalima Rangkul Masyarakat, Perkuat Persaudaraan dan Jaga Malaka Tetap Damai

Dari Rumah Adat Holba, Kapolsek Kobalima Rangkul Masyarakat, Perkuat Persaudaraan dan Jaga Malaka Tetap Damai

Dari Rumah Adat Holba, Kapolsek Kobalima Rangkul Masyarakat, Perkuat Persaudaraan dan Jaga Malaka Tetap Damai

MALAKA – Menjaga keamanan bukan hanya tentang patroli dan penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun kedekatan, mendengarkan suara masyarakat, dan merawat persaudaraan. Semangat inilah yang diwujudkan Kapolsek Kobalima, IPTU Bendito Bere Kalau, saat menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat di Rumah Adat Holba, Dusun Sisi, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.15 WITA tersebut dipimpin langsung oleh IPTU Bendito Bere Kalau, didampingi anggota Bhabinkamtibmas, AIPDA Chalistro Bianco dan BRIPTU Adilinus Bria. Kehadiran mereka disambut masyarakat pemilik Rumah Adat Holba serta warga sekitar dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai adat dan persaudaraan, Jumat Curhat menjadi ruang pertemuan yang bermakna antara Polri dan masyarakat. Tidak sekadar menyampaikan imbauan, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi warga untuk mengungkapkan aspirasi, menyampaikan keluhan, serta berbagi harapan demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Dalam dialog tersebut, Kapolsek Kobalima mengajak masyarakat agar terus memelihara kebersamaan dan menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang aman dapat terwujud apabila setiap warga memiliki kepedulian, saling menghormati, serta bersedia menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan karena dapat memicu perselisihan dan mengganggu ketenteraman. Ia turut mengajak anggota organisasi bela diri, termasuk PSHT, IKS-PI, dan organisasi lainnya, agar senantiasa menjaga persaudaraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi.

“Persaudaraan harus lebih kuat daripada perbedaan. Jangan biarkan persoalan sesaat merusak hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun. Mari kita jaga kedamaian, saling menghargai, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin,” menjadi pesan penting dalam upaya merawat kerukunan di tengah masyarakat.

Kepedulian Polsek Kobalima juga diwujudkan melalui penyampaian imbauan tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebagai wilayah perbatasan Negara Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor-Leste, masyarakat Kecamatan Kobalima diingatkan agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang tidak jelas legalitasnya maupun perekrutan melalui jalur tidak resmi.

Kapolsek mengajak masyarakat untuk memastikan kejelasan perusahaan, dokumen, dan prosedur keberangkatan sebelum menerima tawaran bekerja di luar daerah atau luar negeri. Kewaspadaan keluarga dan kepedulian lingkungan sangat diperlukan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan, eksploitasi, maupun perdagangan orang.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan dalam mencegah TPPO. Apabila menemukan indikasi perekrutan mencurigakan atau dugaan tindak pidana, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Kehadiran Kapolsek Kobalima bersama anggota Bhabinkamtibmas mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menyampaikan harapan agar patroli kepolisian terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan dan lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi Polsek Kobalima untuk terus meningkatkan pelayanan dan langkah-langkah pencegahan.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Polsek Kobalima kembali menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan, tetapi juga untuk mendengarkan, mendampingi, dan membangun kepercayaan bersama masyarakat.

Sebab, kedamaian tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan tumbuh dari kepedulian, komunikasi, dan persaudaraan yang dijaga bersama. Dari Rumah Adat Holba, semangat kebersamaan itu diharapkan terus hidup, menjadi kekuatan bagi masyarakat Kecamatan Kobalima untuk menjaga Malaka tetap aman, damai, dan harmonis.

Kegiatan berakhir pada pukul 12.25 WITA. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Polri hadir, masyarakat didengar, persaudaraan dirawat, Malaka damai.