Empat Kilometer Merawat Persaudaraan, Kapolres Malaka Berjalan Bersama Masyarakat dalam Prosesi Adat Uma Dato Nonot
Empat Kilometer Merawat Persaudaraan, Kapolres Malaka Berjalan Bersama Masyarakat dalam Prosesi Adat Uma Dato Nonot
MALAKA – Tidak semua bentuk pengabdian hadir melalui kata-kata. Terkadang, ketulusan justru terlihat dari langkah kaki yang berjalan bersama, melewati jalan yang sama, dan merasakan kebersamaan dengan masyarakat.
Nilai itulah yang tergambar ketika Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., turut berjalan kaki bersama rumpun keluarga besar Suku Uma Dato Nonot dalam prosesi pengambilan air pemali dari Fafilik, Dusun Uarau C, Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Kamis (1/10/2026).
Dengan menempuh perjalanan kurang lebih empat kilometer menuju Rumah Adat Uma Dato Nonot, Kapolres Malaka tidak hanya hadir sebagai undangan, tetapi ikut mengambil bagian dalam tradisi yang sarat makna bagi masyarakat adat.
Perjalanan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diiringi lantunan tebe dan irama likurai yang menghidupkan semangat kebersamaan. Di sepanjang prosesi, langkah Kapolres Malaka bersama masyarakat menjadi gambaran sederhana tentang kedekatan yang dibangun melalui rasa hormat, kepedulian, dan ketulusan.
Bagi masyarakat Suku Uma Dato Nonot, air pemali dalam prosesi adat merupakan bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan warisan leluhur. Karena itu, keikutsertaan Kapolres Malaka dalam perjalanan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap identitas budaya yang terus dijaga oleh generasi penerus.
Kehadiran tersebut juga memperlihatkan bahwa hubungan Polri dengan masyarakat tidak hanya terjalin ketika ada persoalan keamanan, tetapi juga tumbuh melalui kebersamaan dalam kehidupan sosial dan budaya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Malaka mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut, menjaga keamanan bukan hanya tentang kehadiran aparat, melainkan juga tentang membangun kepercayaan dan merawat hubungan baik dengan seluruh lapisan masyarakat.
Prosesi peresmian Rumah Adat Uma Dato Nonot berlangsung selama dua hari, 1 hingga 2 Oktober 2026, dengan dihadiri tokoh adat, rumpun keluarga besar Suku Uma Dato Nonot, masyarakat Desa Babulu, personel Polres dan Polsek jajaran, serta tamu undangan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Kapolres Malaka bersama anggota kembali ke Mako Polres Malaka pada pukul 18.20 WITA.
Empat kilometer yang ditempuh bukan sekadar jarak perjalanan, melainkan ruang untuk merawat kepercayaan. Sebab, ketika Polri bersedia berjalan bersama masyarakat, yang terbangun bukan hanya kedekatan, tetapi juga persaudaraan yang menjadi fondasi terciptanya keamanan dan keharmonisan di Kabupaten Malaka.
#humaspolresmalaka

