Kedepankan Musyawarah dan Adat, Bhabinkamtibmas Bantu Dua Keluarga di Kereana Berdamai
Kedepankan Musyawarah dan Adat, Bhabinkamtibmas Bantu Dua Keluarga di Kereana Berdamai
MALAKA – Perselisihan tidak selalu harus berakhir dengan permusuhan. Ketika setiap pihak bersedia duduk bersama, mendengarkan satu sama lain, dan menghormati keputusan adat, jalan menuju perdamaian dapat terbuka. Semangat inilah yang diwujudkan melalui pendampingan Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan persoalan kayu jati di Dusun Tualaran, Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka.
Pada Jumat (16/10/2026), Bhabinkamtibmas wilayah Kereana, BRIPTU Petrus K. Kota, memfasilitasi penyelesaian persoalan kayu jati yang berada di atas tanah Suku Babira dan melibatkan Gabriel Berek bersama Kornelis Atok.
Persoalan tersebut bermula dari laporan Gabriel Berek mengenai pemotongan pohon jati di atas tanah yang menurut keterangannya merupakan lahan garapan almarhum ayahnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi bersama Gabriel Berek untuk melakukan klarifikasi. Kedua pihak kemudian diberikan kesempatan menjelaskan pandangan masing-masing, termasuk menunjukkan batas tanah menurut pemahaman mereka.
Agar persoalan tidak berkembang menjadi perselisihan berkepanjangan, penyelesaian dilanjutkan melalui pertemuan kekeluargaan di rumah Kepala Dusun Tualaran, Yonatas Meta, sekitar pukul 15.00 WITA. Pertemuan tersebut melibatkan kedua pihak beserta keluarga, Ketua dan anggota BPD Desa Kereana, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Dalam suasana musyawarah, kedua pihak diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan dan mencari jalan keluar dengan mengedepankan nilai-nilai adat serta menjaga hubungan persaudaraan.
Berdasarkan keputusan Kepala Suku Babira, Eduardus Bria, tanah tersebut merupakan milik Suku Babira dan pengelolaannya berada pada Kornelis Atok. Keputusan tersebut diterima oleh Gabriel Berek bersama keluarga dan Kornelis Atok bersama keluarga. Keduanya pun sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, BRIPTU Petrus K. Kota mengingatkan kedua pihak agar tidak mengulangi perselisihan, menghindari tindakan balas dendam baik secara fisik, lisan maupun melalui media sosial, serta menyampaikan hasil kesepakatan kepada anggota keluarga yang belum hadir agar tidak muncul persoalan baru.
Bhabinkamtibmas juga meminta kedua pihak membuat surat pernyataan perdamaian bermeterai sebagai dokumentasi kesepakatan dan pegangan apabila diperlukan di kemudian hari.
Lebih dari sekadar menyelesaikan persoalan, perdamaian ini menjadi pengingat bahwa hubungan kekeluargaan dan kerukunan masyarakat merupakan hal berharga yang patut dijaga. Persoalan yang berpotensi menimbulkan perpecahan dapat dicari jalan keluarnya melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, serta pelibatan tokoh adat dan unsur masyarakat yang dipercaya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam proses tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk mencegah konflik berkembang dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap kondusif. Polri mendorong penyelesaian persoalan secara damai sepanjang sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak mengabaikan hak-hak pihak yang terlibat.
Kegiatan penyelesaian masalah berakhir pada pukul 16.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Kedua pihak telah menyatakan berdamai serta berkomitmen menjaga hubungan baik agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Polres Malaka mengajak masyarakat untuk menjadikan musyawarah sebagai langkah awal dalam menyelesaikan perbedaan, menghormati nilai-nilai adat yang berlaku, dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memperkeruh keadaan.
Sebab, kemenangan yang sesungguhnya bukanlah ketika seseorang berhasil mengalahkan pihak lain, melainkan ketika semua pihak mampu menurunkan ego, menemukan jalan damai, dan kembali hidup berdampingan sebagai saudara.
Melalui pendekatan yang humanis dan bersinergi dengan tokoh adat serta masyarakat, Polri terus berkomitmen menjaga persaudaraan dan menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga Kabupaten Malaka.
Polri hadir untuk mendamaikan, masyarakat bersatu menjaga persaudaraan. Salam Presisi.

