Kedepankan Pendekatan Humanis, Polsek Sasitamean Bantu Pulihkan Hubungan Kekeluargaan Melalui Perdamaian Adat
Kedepankan Pendekatan Humanis, Polsek Sasitamean Bantu Pulihkan Hubungan Kekeluargaan Melalui Perdamaian Adat
MALAKA – Di balik setiap perselisihan, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan dan membuka jalan menuju perdamaian. Dengan mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, Polsek Sasitamean memfasilitasi proses perdamaian secara adat antara dua warga yang terlibat perselisihan hingga berujung pada dugaan tindak pidana penganiayaan.
Proses perdamaian tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026), pukul 18.00 WITA, bertempat di rumah Benediktus Bene Bria, Dusun Babrete, Desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka. Kegiatan ini dihadiri Kanit Reskrim Polsek Sasitamean BRIPKA Antonius Dala Demu, S.H., bersama Bhabinkamtibmas BRIPKA Adiyanto.
Penyelesaian secara adat ini melibatkan kedua belah pihak beserta keluarga, Penjabat Kepala Desa Tunabesi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta aparat desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menjaga keharmonisan dan mencegah perselisihan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Peristiwa yang melatarbelakangi perdamaian itu terjadi pada Senin (5/10/2026), di depan Puskesmas Bani-Bani, Desa Bani-Bani, Kecamatan Io Kufeu. Perselisihan bermula dari teguran terkait keterlambatan bekerja yang kemudian berkembang menjadi pertengkaran dan dugaan penganiayaan.
Setelah kejadian tersebut, pihak korban menempuh jalur kepolisian untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya. Dalam proses selanjutnya, pihak terlapor menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya serta menyatakan kesediaan untuk berdamai secara kekeluargaan.
Permintaan maaf tersebut diterima oleh pihak korban bersama keluarga, disertai harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kedua belah pihak kemudian sepakat menempuh perdamaian melalui adat istiadat setempat, mengingat masih adanya hubungan kekeluargaan di antara mereka.
Suasana perdamaian itu membawa pesan penting bahwa mengakui kesalahan, menyampaikan permintaan maaf, dan bersedia memperbaiki hubungan merupakan langkah berarti untuk mencegah permusuhan berkepanjangan. Namun, perdamaian juga harus disertai komitmen untuk menghormati satu sama lain dan tidak mengulangi perbuatan yang merugikan orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas BRIPKA Adiyanto mengimbau kedua belah pihak beserta keluarga agar benar-benar menjaga kesepakatan yang telah dicapai. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi persoalan lanjutan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut serta mengajak seluruh keluarga mempertahankan hubungan persaudaraan yang telah terjalin.
Sebagai bentuk komitmen, pihak terlapor diminta membuat surat pernyataan bermeterai Rp10.000 sebagai pegangan bagi pihak korban dan keluarganya agar kejadian serupa tidak terulang.
Bagi Polri, kehadiran dalam penyelesaian persoalan masyarakat bukan semata-mata untuk meredakan ketegangan sesaat, melainkan juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa setiap persoalan perlu disikapi dengan kepala dingin, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap hak masing-masing pihak.
Pendekatan yang melibatkan keluarga, tokoh adat, dan unsur masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kedamaian. Nilai-nilai adat dan kekeluargaan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Malaka, sekaligus dapat mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polsek Sasitamean juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya gangguan keamanan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 atau menghubungi petugas Bhabinkamtibmas setempat.
Seluruh rangkaian kegiatan perdamaian berlangsung aman dan lancar hingga berakhir pada pukul 20.15 WITA.
Melalui kegiatan ini, Polsek Sasitamean menegaskan pentingnya membangun keamanan melalui pendekatan yang humanis, mengedepankan komunikasi, serta merawat persaudaraan di tengah masyarakat.
Sebab, perdamaian bukan sekadar berakhirnya pertengkaran, melainkan dimulainya kembali hubungan yang dilandasi rasa hormat, tanggung jawab, dan keinginan untuk hidup berdampingan dengan damai.
Polri Hadir untuk Masyarakat — Mengayomi dengan Hati, Menjaga Persaudaraan, dan Bersama Mewujudkan Malaka yang Aman dan Damai.

